MPKT
“Li, w sekelas MPKT sama lu kan? Soalnya kemaren w liat di daftar absensi, eh presensi deh.... gw liat ada nama gw di bawah nama lu, kalo ga salah di kelas H.303 kan?..” Kata Diro yakin.
“lah? Gw malah kaga tau.. yoda kalo emang bener mah, bareng aja.. ” Ali mengiyakan.
Lalu mereka berdua berangkat bersama dengan bikun (baca: bis kuning) yang memang disediakan UI untuk antar jemput mahasiswa. Setelah sampai di kampus tanpa perlu lagi memperhatikan daftar presensi si Diro langsung ngeloyor aja masuk kelas. Di dalam kelas pede sekali dan dia duduk di bangku urutan kedua, nampaknya si Diro sangat aktif sekali menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh dosen bahkan ketika dosen melontarkan suatu pertanyaan
“siapa yang mau jadi ketua kelas di kelas ini?” tak ada jawaban.
Dan di dalam lubuk hatinya yang paling dalam sempat ada niatan Diro untuk menjadi ketua kelas, namun kemudian diurungkanlah niatan tersebut. Sampai pada saat waktunya mengisi daftar presensi. Apa yang kemudian dilihat oleh Diro? Secarik kertas putih yang dilapisi map berwarna biru (kalo ga salah inget) yang berisi tulisan-tulisan daftar nama peserta kelas tersebut dan ternyata......jeng-jeng-jeng-jeng.... namanya tidak ada dalam daftar presensi tersebut. Dan mulai sadarlah si Diro kalau dia salah kelas, namun dia berusaha menjaga gengsi dengan diam-diam saja seakan tidak terjadi apa-apa. Setelah menyadari hal tersebut waktu seakan bergulir sangat lambat sampai akhirnya dosenpun menyelesaikan kuliahnya. Setelah itu Diro berusaha memberanikan diri untuk maju dan bertanya kepada dosen di kelas tersebut.
“Bu, ko nama saya ga ada di absen yah? Ada kesalahan kali bu..” Diro berusaha mencari alasan.
“ini uda bener ko.. mungkin kamu-nya yang salah kelas...” dengan nada yakin.
“oh, iya kali ya bu.. trus gmana dong bu?” tanya Diro.
“ya kamu liat di SIAK-NG kamu, atau coba kamu tanya di SBA (baca: Sub Bagian Akademik)”
Kesimpulannya hari itu Diro salah kelas.
#####
Kuliah MPKT berikutnya Diro kini sudah mengetahui siapa dosen MPKT-nya yang asli, dan ternyata kelanya ada di gedung G.403 dan ternyata dosennya adalah SBA tapi bukan Sub Bagian Akademik melainkan itu nama singkatan dari dosen tersebut, yah mirip-mirip kaya SBY gitu deh biar keren, beliau adalah dosen yang terkenal sangat idealis dan objektif dalam memberi nilai. Dal petualangan Diro di kelas ini pun dimulai.
Kelas ini selalu dimulai dengan kuliah pendek (pendahuluan ndak kelar-kelar.. #maksa#) oleh pak SBA, pertanyaan pertama yang dilontarkan adalah
“kalian siap tidak lulus di mata kuliah ini?” satu kelas terdiam mendengar pertanyaan dari pak SBA.
Kemudian beliau melajutkan kuliak pendeknya. Setelah itu kita anggap saja kuliah pendeknya sudah selesai. Hingga akhirnya Diro menemukan suatu kesimpulan bahwa segala sesuatu harus dipersiapkan kemungkinan terburuknya. Dan poin penting pertama-pun didapat dari kelas yang berkesan.
Setelah itu Diro dan teman sekelasnya diminta untuk mengisi biodata untuk kemudain dibagi kelompok untul CL sebagai kelompok diskusi dalam CL biasa disebut focus group dan kemudian diskusi tingkat amatir (baca: ngobrol) dimulai.
Kemudian untuk hari-hari berikutnya berlangsung seperti biasa.
#####
(Oleh abdushshabur Rasyid Ridho)
Part1 Selesai ditulis pukul 00.50 WIB
Ngantuk... bersambung dulu yah....


Tidak ada komentar:
Posting Komentar